Kembali

Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di Panti Asuhan


Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di Panti Asuhan: Langkah Nyata Dinsos PPKB PPPA Kabupaten Magelang untuk Melindungi Anak-Anak

Sebagai bagian dari upaya memberikan perlindungan terhadap anak-anak, Dinas Sosial PPKB PPPA Kabupaten Magelang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak pada Sabtu, 5 Oktober 2024. Bertempat di Panti Asuhan Muhammadiyah Darul Falah Mertoyudan dan Panti Asuhan Ihya’ul Ulum Muntilan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman anak-anak mengenai berbagai bentuk kekerasan serta langkah-langkah pencegahannya.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Sosial PPKB PPPA, Ibu Bela Pinarsi, SH., MM., yang juga menyampaikan materi pertama tentang Perlindungan Anak. Dalam penyampaiannya, Ibu Bela menekankan pentingnya perlindungan anak dalam keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Beliau juga menjelaskan bahwa anak-anak perlu memahami hak-hak mereka agar mampu mengidentifikasi serta melaporkan kejadian yang berpotensi merugikan mereka. “Anak-anak adalah masa depan kita. Sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi mereka,” ujar Ibu Bela.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari dua psikolog, Ibu Rayinda Faizah, M.Psi., dan Ibu Rini Indriani, S.Psi., M.Psi., MARS. Mereka memberikan materi tentang Dampak Psikis Korban Kekerasan kepada para peserta. Kedua psikolog ini menjelaskan bagaimana kekerasan bisa memengaruhi kesehatan mental anak dalam jangka pendek maupun panjang. Anak-anak diberi pemahaman mengenai efek psikologis yang sering kali tidak terlihat, namun sangat memengaruhi kesejahteraan dan perkembangan mereka. “Kekerasan dapat menimbulkan luka yang dalam pada jiwa seorang anak, memengaruhi rasa percaya diri, dan hubungan mereka dengan orang lain di masa depan,” jelas Ibu Rayinda.

Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk membantu anak-anak:

  1. Memahami Definisi dan Bentuk Kekerasan: Anak-anak diajarkan mengenali berbagai bentuk kekerasan yang mungkin mereka hadapi atau saksikan, baik yang terjadi di sekitar mereka maupun di dunia maya.
  2. Mengerti Dampak Kekerasan: Anak-anak diberi wawasan tentang dampak negatif dari kekerasan terhadap diri sendiri dan orang lain, terutama dari sisi psikis dan emosional.
  3. Melakukan Langkah Pencegahan: Anak-anak diajarkan langkah-langkah pencegahan untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitar mereka dari kekerasan.
  4. Menjadi Pelopor dan Pelapor Kekerasan: Anak-anak didorong untuk menjadi agen perubahan yang berani melaporkan jika terjadi kekerasan di sekitarnya, baik terhadap diri sendiri maupun teman-temannya.

Melalui kegiatan ini, Dinsos PPKB PPPA berharap anak-anak di panti asuhan tidak hanya memahami risiko kekerasan, tetapi juga mampu melindungi diri mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka. Dengan pengetahuan ini, anak-anak diharapkan dapat menjadi pelopor sekaligus pelapor yang aktif dalam mencegah kekerasan, sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman dan positif bagi mereka.